FF PART 1 : STORY BEHIND A CANDY

cats

Selamat pagi/siang/sore/malam

ini note pertama yang saya buat di wordpress. Sebelumnya aktiv di facebook buat bikin FF. Hhehe ..

O.iya selama ini saya membuat cerita murni hasil pemikiran saya. Seandainya ada yang memberikan ide pun saya akan mengucapkannya terimakasih di akhir cerita. Jadi mohon untuk di hargai. 🙂 no copas tanpa izin.

Oke. Langsung aja. Don’t be silent readers.

TITLE : Story Behind A Candy

AUTHOR : Goo Ji Hye (Zahra)

LENGHT : Twoshot

GENRE : Romantic-sad

MAIN CAST : Choi MinHo (SHINee), Seo Joo hyun (GG), ETC

Cameo : Suzy (Miss A).

 

Udara di Kota Paris begitu dingin bila menginjak musim salju. Apalagi ini baru permulaan musim, sehingga udara dingin nya bisa sampai membuat gigi setiap orang bergemeletuk.

Setiap rumah pun sudah mulai membuat tungku perapian di dalamnya. Jaket dan mantel juga sudah mulai dikeluarkan di setiap lemarinya.

Pagi ini orang-orang hilir mudik dengan kesibukannya masing-masing. Sebagian besarnya adalah orang yang akan bekerja, sebagiannya lagi mungkin untuk kepentingan lain. Ya, seperti pria itu. Ia duduk manis di sebuah kedai. Ia memesan satu gelas susu coklat panas untuk di bawanya ke sebuah tempat.

“Thank’s,” namja itu menerima uang kembalian beserta susu nya.

Brr.

Lagi-lagi tubuhnya bergetar menahan dingin. Sesekali ia meneguk susu hangat sambil mengusap badannya.

Minho POV

“Aigoo.. Udara disini dingin sekali, mengapa appa menyuruhku untuk datang di acara murahan seperti itu?!” Lelaki bernama Minho itu mendengus kesal.

“Awaaass!! Sepeda ini tak ada rem nyaaa..!” Teriak seorang gadis ke arahku, aku yang terkejut akhirnya tak bisa melakukan apapun untuk menghindari gadis itu. Dan..

BRUUKK !

Gadis itu jatuh tepat di depanku. Sepedanya pun menghimpit kaki kanan ku.

“Sakiit sekali.. Ehm, gwaenchanayo ahjusshi?” Wanita itu meraba tubuhku. Aku yang kesal segera melepaskan tangannya,dan terus melototinya dengan tatapan geram.

“Oh iya aku lupa sekarang aku berada di Paris, pemuda itu pasti tak mengerti maksudku.. Hm, eottokhe? Aku tak lancar bahasa inggris..” ia mengoceh sambil menggaruk kepalanya

‘Aku sekarang mengerti, ia sama sepertiku, orang korea juga. Hah! Dia tak bisa bahasa inggris, tapi sok’ ke luar negri. Dasar yeoja babho! Aku kerjai saja dia.’

“Hm, tuan. maksudku Mr,, you alright? I’am sorry. My bycle so stupid.. I hope you fine. Bahasa inggrisku lumayan juga, semoga dia mengerti.”

‘Dia bicara apa? Sungguh berantakan bahasanya.’ Aku memicingkan mataku, lalu cepat merapikan bajuku dan berdiri.

“Mr. I must go to .. Go to,” gadis itu nampak berfikir, “ah,iya! I must go to post office! Bye. Sorry about my bycle.” Wajah nya begitu innocent. mimpi apa aku semalam bisa bertemu yeoja babho seperti dia. dia pun terhuyung-huyung saat membawa sepedanya..

“Yeoja babho!” Aku mengumpat dan berjalan kembali. Lalu mengambil sebuah permen yang jatuh dari tas wanita tadi. Dan menaruhnya di saku jaket ku. Sebuah permen kayu.

Minho POV_END

*

Malam ini malam natal. Semua orang di dunia yang beragama kristiani pasti merayakan malam ini dengan penuh suka cita. Lampu-lampu indah berwarna-warni menhiasi setiap sudut Kota yang akrab disebut kota romantis, karna berdirinya sebuah menara indah yang menjulang tinggi yang disebut ‘Eiffel’.

Tapi tidak seindah malam natal dari namja kaya raya bernama CHOI MINHO itu.

“Appa, haruskah aku berkemas di malam natal?”

“Depcollector akan segera datang, cepat berkemas. Dan tinggalkan appa mu ini.”

“Come on, dad! Telling you’re problem?”

“Appa, telah di tipu seorang rekan bisnis dalam pembangunan sebuah ‘Real estate’. Sekarang ia kabur membawa uang appa, dan harta kita semua nya akan disita. Ayah harus bertanggung jawab sekarang.” Ucap pria berjanggut itu dengan nada lirih. Tanpa berkata-kata lagi, appa dari Minho itu meninggalkan alamat dalam dompet nya.

Minho pun dengan terpaksa harus pergi meninggalkan appa nya itu sendiri menemui Depcollector.

“Apartement ‘cha seung yok’-seoul-korea. 146, Choi Seo Jun” Minho membaca alamat pemberian appa nya itu.

***

@seoul..

“Lebih dingin dari biasanya.” Seorang gadis berambut pendek, dengan gesit memencet bel dari rumah ke rumah untuk mengantarkan susu hangat. Ia juga melempar selembaran brosur laundry atau pun tempat sauna.

Sesekali ia mengusap kedua tangannya agar lebih hangat.

“Seo Hyun..!! Aku ingin susu kotak mu,..! tolong antar kemari! Pintunya tidak di kunci, masuk saja!!” Teriak yeoja cantik dari atas balkon rumah mewahnya.

“Ne! Jamkanman!” Ia berlari kecil menuju ke arah sumber suara. “Rumahnya sangat besar, beruntung kau Suzy.” Gadis itu bergumam.

“Gomawo, ne.. dingin nya..” Ucap wanita bernama suzy itu setalah mendapatkan sekotak susu. Dan segera meneguk susu hangat itu.

“Hm, Seo hyun kukira kau akan menetap di Paris, kau kan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di paris? Kau tidak mengambilnya,? padahal 2 minggu yang lalu kau sudah datang kesana kan?”

“Ani.. Memang aku sudah melihat kampus yang seharusnya menjadi tempat kuliahku nanti. Hanya saja, .. Aku tidak tega meninggalkan appa sendiri.. ”

“Meskipun ia selalu menyiksamu?”

“Hm.” Jawab yeoja bermata bulat itu pendek.

Seo Hyun. Namanya Seo Hyun, gadis pintar, ceria, dan ramah. Sejak eomma nya meninggal, Appa nya memang terlalu keras terhadapnya. Bahkan saking kerasnya, Seo Hyun di haruskan bekerja sejak dari SMA. Hanya untuk melampiaskan hawa nafsunya terhadap minuman keras. Sebenarnya bisa saja Seo Hyun melarikan diri, tapi ada hal lain yang membuat ia bertahan. Dengan appa nya, walaupun appa itu ayah tirinya.

“Kalau ada apa-apa, kau bisa menghubungiku. Kau kan temanku.” Ucap Suzy tersenyum. Seo Hyun menatapnya. Dan memeluk Suzy teman kecilnya itu.

*

Minho POV.

Di Paris tak sedingin ini. Satu minggu sudah aku tinggal di Korea. Rasanya mengungkap lagi kejadian 15 tahun silam saat bisnis ayahku meroket, dan harus meninggalkan Korea juga meninggalkan kakakku satu-satunya. Choi seo Jun.. Tapi kini justru saat kami miskin aku harus mengemis di bawah kaki Hyung ku itu untuk tinggal di apartemen kecil nya ini.

Meskipun hyung ku senang atas kedatanganku tapi rasanya sangat aneh,karna dulu hubungan appa dengan Hyung tidak berjalan dengan baik, entahlah. Aku tak tau penyebabnya..

“Minho, kau tidak akan kemana-mana kan hari ini?”

“Ani, seperti biasanya. Aku di rumah kan?”

“Ikutlah.”

“Kemana?”

“Seminar motivasi.”

“Untuk apa aku ke acara bodoh seperti itu?”

“Jangan bilang begitu. Kau harus bersosialisasi, aku ingin adikku tumbuh menjadi lelaki sempurna.” Ujarnya mantap. Aku menatapnya, ternyata dia masih menganggapku adik. Dengan anggukan kecil aku mulai berganti pakaian dan pergi bersama Hyung ku.

Minho POV_END

*

“Sebaik apakah kehidupan kita di dunia selama ini? Sudahkah anda melakukan hal-hal terbaik untuk orang-orang yang kita sayang…” Motivator itu dengan lantang bicara berjam-jam di atas panggung. Tubuhnya tegap, agak gemuk, dan berkaca mata. Persis dengan penyanyi PSY. Hanya saja ini lebih berwibawa.

Semua yang datang ke seminar itu tampak memerhatikan dengan serius. Terkecuali dengan Minho yang sudah mulai mengantuk karna pembahasan yang membosankan. Tapi untunglah Hyung nya duduk agak jauh darinya sehingga ia bisa dengan bebas menguap sesukanya.

“Huaaam..”

“Hey, kau mengantuk? Ini ambilah, semoga dengan makan ini kau tidak mengantuk lagi..” Suara seorang wanita dengan nada berbisik mencolek Minho yang duduk di belakang.

Minho pun menoleh ke arah sumber suara, tapi ia tak dapat melihat dengan jelas. Karna ruangan seminar ini gelap, hanya di terangi lampu Infocus saja. Minho pun mengambil apa yang sekarang di genggam yeoja itu.

“Gomawo.. Kau akan di berkahi..” Kata Minho sambil tersenyum.

“Ne,cheonman. Gomawo atas doa’nya,” ucap gadis itu, kemudian fokus lagi.

Perlahan ia mulai membuka makanan yang ternyata itu adalah sebuah permen.

‘Rasanya tak asing bagiku. Hm, permen ini manis.’ Gumam Minho dalam hati.

__

__

“Sampai jumpa, semoga seminar kali ini bisa membekas di hati semuanya, gamsahamnida…” motivator itu mengakhiri acaranya. Semuanya bertepuk tangan. Lampu ruangan pun dinyalakan.

Orang-orang berhamburan keluar. Ada yang terlihat puas, tapi ada juga yang terlihat biasa saja, bahkan terlihat menyesal.

“Minho, ayo kita pulang.” Ucap Seo Jun.

“Wah, ka. SeoJun.. Kakak ikut seminar juga!” Seorang gadis menepuk punggung Seo jun.

“Seo Hyun,..??  sejak kapan kau disini..?”

Ternyata itu adalah Seo Hyun, teman Seo Jun di apartement. Jarak nya hanya di selingi 2 rumah saja.

“Dari tadi ka.. Ayo kita pulang sama-sama saja,” ujar Seo Hyun antusias.

“Tunggu, kenalkan ini Choi Minho. Adikku yang tinggal di Paris. Minho, ayo berkenalan. Kau tidur, hah!” SeoJun menggoyangkan tubuh Minho pelan. Minho pun terbangun, dan mengucek (?) Matanya.

“Salam kenal..” Ucap Seo hyun manis.

Minho kemudian membalikkan badannya,untuk membalas perkenalannya.

“Kau!!!” Seo Hyun berteriak.

“Kauu!! Mata Minho terbelalak terkejut. Lalu memutar ingatannya ketika di Paris.

To be continue.

Thank’s for read.:D

^^